Jurang Hutan Utara 4

1156 Words
Layar proyektor yang menyala menunjukkan gambaran awal sebuah video. Lalu sebuah video dimainkan, ternyata itu video yang cukup jelas. Penerangan di sana terlihat bagus serta tanggal dan waktu yang jelas. Itu adalah hari saat Thomas Hittman menghilang dan waktu menunjukkan pukul 18:47 malam. Video pertama dimulai dengan mobil yang terparkir di sebuah garasi yang besar. Terlihat seperti ada lebih dari dua mobil di sana. Thomas Hittman muncul dengan mengenakan sebuah pakaian kemeja semi-formal berwarna biru langit dan memasuki sebuah mobil berwarna hitam metalik. Mobil terlihat diam sedikit lama di dalam sana sebelum kemudian mobil dikendarai keluar dari garasi dengan pintu geser elektrik. Video kedua menunjukkan lahan parkir yang luas dari sebuah Restoran Italia terkenal. Tanggal menunjukkan hari yang sama dan waktu menunjukkan kira-kira dua puluh lima menit setelah mobil yang dikendarai Thomas Hittman berangkat. Kurang lebih satu setengah jam video berputar tanpa sesuatu berarti yang terjadi untuk kemudian berhenti dan ruangan berubah menjadi sunyi. “Apakah ada yang mendapatkan sesuatu?” Sunyi dipecahkan oleh suara Liu Xikuan yang tidak mengandung emosi. Matanya yang tajam menatap seisi ruangan, melihat orang-orang yang sepertinya tengah berpikir keras. “Sir! Ada beberapa hal yang saya dapatkan. Kedua video tersebut jelas menunjukkan kalau Thomas Hittman berangkat dari kediamannya untuk pergi ke Restoran Italia yang sebenarnya memerlukan tiga puluh menit waktu perjalanan. Tapi mobil yang dikendarai oleh Thomas Hittman tidak sampai ke tempat tujuan. Jadi, dapat dipastikan kalau Thomas Hittman menghilang saat dalam perjalanan memuju restoran. Selain itu, saya menyadari kalau pakaian yang dikenakan oleh Thomas Hittman berbeda dengan pakaian yang dia kenakan saat ditemukan meninggal. Berdasarkan foto investigasi, pakaian yang dikenakan sangat jauh berbeda.” David, seseorang yang sangat mumpuni dari Departemen Kejahatan Kriminal, pintar dan cakap dalam bekerja hinggga terpilih untuk memasukki tim ini. Salah satu alasan kenapa orang-orang di sana mengangguk-angguk kecil. Mengulurkan tangan ke arah tumpukkan foto, David menyerahkan foto-foto itu pada Liu Xikuan. Sedangkan Liu Xikuan segera menerima dan memberi beberapa kepada Luo Xi yang mengarahkan juga pada Zhan Jin. Tapi Zhan Jin menolaknya, dia ada di TKP subuh tadi, jadi yang memang perlu melihat jelas sekarang adalah Luo Xi. Dia akan melihatnya lagi nanti, agar tidak mengganggu fokus. “Bagus. Kamu cukup teliti dalam detail. Aku memang ingin kalian menyadari apa yang tadi kamu katakan.” Liu Xikuan melirik pada David dan memujinya. Sedangkan David hanya menunjukkan wajah yang datar setelah mengangguk singkat. Tapi orang-orang tahu, dia seperti itu bukan karena ia sombong. Tapi wajahnya akan memang seperti itu kalau dia tengah fokus berpikir, terlihat tidak ramah dan congkak. “Tapi, Sir, bagian bahan investigasi tidak menemukan apapun yang dapat menjadi petunjuk kalau kasus ini bukan kasus bunuh diri. Tidak ada jejak kaki dan sidik jari atau sesuatu yang ditinggalkan pelaku. Sudah memeriksa seluruh tempat kejadian dan kendaraan korban, tidak ada petunjuk. Satu-satunya yang tidak kami dapatkan hanyalah alat komunikasi.” Joshua yang sebelumnya adalah anggota Divisi Bahan Investigasi yang teliti berkata dengan perkataan yang membuat orang-orang di sana kembali kebingungan. “Apakah kita memiliki video?” Luo Xi menceletuk, mengalihkan perhatian orang-orang ke padanya. “Video? Apa?” Hampir semua orang tidak mengerti, termasuk Liu Xikuan. Tidak menjawab dan hanya menyesap s**u, manisnya sedang tapi tidak lagi hangat. Lalu dia mengangkat wajah dan menemukan mata Liu Xikuan mengarah padanya dengan kening berkerut. Luo Xi hanya menggerakkan tangan dan jarinya yang kurus mengetuk tiga kali pada foto kasus Thomas Hittman. “Hana, mainkan video investigasi Thomas Hittman. Apa ada?” Hanya Liu Xikuan yang mengerti apa yang Luo Xi maksud. Dia meminta video investigasi Thomas Hittman karena dia mungkin menemukan sesuatu. Sedangkan Hana kembali memberi gestur tangan dan memainkan laptop sebentar. Sebuah video kembali dimainkan dan dimulai dengan langit yang remang-remang. Matahari terlihat baru saja terbit saat tubuh korban disorot. Terlihat dalam video, korban terbaring dengan posisi tidak wajar. Meliuk dan berdarah dengan mengerikan. Kamera menyorot semua hal di sekitar korban tanpa melewatkan apapun. Tapi saat tim forensik tiba, kamera menjauh untuk kemudian mengarah ke arah jurang yang sedikit lebih landai. Pada saat itu kening Luo Xi sedikit mengerut, tapi ketidakyakinan muncul di matanya. “Hei! Bantu aku naik!” Seseorang di balik kamera berbicara. Kamera menyorot dengan tidak beraturan dan layar sempat gelap beberapa kali. Lalu kamera kembali fokus setelah benar-benar sudah sampai di atas. “Berhenti di sana!” Luo Xi berseru dan Hana secara reflek menekan tombol jeda. Liu Xikuan meneguk kopi dingin yang sudah ia sesap sebelum Luo Xi berseru, hampir menyemburnya ke luar karena terkejut. Dia menatap wajah Luo Xi sebentar sebelum menatap layar dengan antusias. Layar menunjukkan sebuah gambaran yang tidak begitu jelas. Terlihat seperti semak belukar yang roboh, tapi buram karena kamera yang bergerak. Liu Xikuan berjalan menuju meja Hana dan memutar lalu menjeda beberapa kali hingga gambar terlihat cukup jelas. Lalu semua mata tertuju pada Luo Xi yang tengah mengerutkan kening, sepertinya sedang berpikir. “Aku masih tidak yakin. Tapi itu bisa menjadi salah satu petunjuk kalau kasus ini bukan kasus bunuh diri. Aku perlu ke sana untuk melihat lebih jelas.” Perkataannya membuat Liu Xikuan mengangguk kecil dan memilih diam. Luo Xi menemukan sesuatu, tapi ia masih belum bisa mengatakannya. Ia hanya khawatir kalau dia belum bisa bertanggungjawab dengan apa yang dia katakan, jika nanti rupanya gambaran itu berbeda dengan kenyataan di lapangan. “Zhan Jin, bagaimana denganmu? Laporan forensik.” Liu Xikuan kembali ke tempat duduknya lalu merapatkan jaket. Lama berada di ruangan ini mulai terasa dingin, kopinya juga sudah dingin. Diam-diam tiba-tiba teringat dengan demam Zhan Jin sebelumnya. Sepertinya dia bisa terserang demam lagi nanti. Zhan Jin terlihat sedikit terkejut. Matanya sempat menatap kosong pada Liu Xikuan sebelum mengedar ke orang-orang di sana. Dia sempat kehilangan fokus dan tampak linglung. Sepertinya demamnya memang kembali. “Korban mengalami banyak luka berat. Tulang-tulang retak dan yang patah memilik total tiga tulang. Yaitu femur atau tulang paha kanan dan patella atau tulang betis kaki kanan serta humerus atau tulang lengan atas sebelah kiri. Bahu sebelah kanan mengalami dislokasi. Sedangkan pada tempurung lutut sebelah kiri, terjadi cedera parah, ada kerusakan pada jaringan epidermis dan jaringan lunak subkutan. Tapi yang paling parah adalah di sini.” Zhan Jin menunjuk kepalanya sendiri. “Mungkin karena jurang itu berbatu, kepalanya terhantam. Terdapat dua cedera berat pada tulang parietal dan satu pada tulang occipital. Dengan kata lain, terjadi pendarahan di otak dalam jumlah yang besar.” Zhan Jin menyelesaikan kalimatnya. Sementara orang-orang di sana mengangguk mengerti. “Dokter, ini adalah laporan pemeriksaan forensik.” Sebuah berkas diletakkan Chloe di meja di depan tubuh Zhan Jin. Perempuan itu mengangguk sopan saat Zhan Jin melihatnya sebentar untuk sekedar mengangkat alis. Ruangan kembali sunyi, hanya berisi bunyian kertas-kertas yang dipegang Zhan Jin. Kening laki-laki itu berkerut saat membaca sesuatu yang hanya dia dan Chloe yang mengerti. Kemudian dia melirik Liu Xikuan dengan wajah sedikit menunduk dan berkata, “tidak ada sesuatu yang aneh.” Kalimat itu membuat Liu Xikuan menghela napas kasar dan memijat pelipis. Mayat tidak mengatakan apapun. Lalu apa yang harus dilakukan?
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD