Seorang wanita paruh baya berjalan melewati lorong agak temaram. Suara hentakan kakinya memecahkan kesunyian lorong itu. Di depannya, sebuah batu penghalang jalannya yang terlihat begitu kokoh. Kata oramg, lorong ini adalah bekas tambang. Tapi itu hanya kabar yang tersebar di masyarakat pinggir hutan perbukitan itu. Namun nyatanya .... "102432 ... 4 ... apalagi? Ciiih mengapa aku cepat sekali lupa. Ini menyebalkan sekali. Aku benci usia tua," gerutunya mengeluarkan sebuah catatan dari buku kecil berukir batik. Tampak tak cerah lagi warnanya namun siapa sangka, buku itu menyimpan informasi yang sangat berharga. Kedua mata wanita bersanggul untaian mutiara itu memincingkan matanya agar angka yang tertulis di sana jelas terlihat oleh mata tuanya. "Ini dia yang kurang," desisnya lalu me

