"Apakah itu artinya ini sia-sia Angel?" bisik Aleksei lagi. "Tidak ada yang sia-sia, Aleksei." "Hey kalian! Bicara apa ha?!" teriak salah satu laki-laki bertopeng itu mendekati mereka. Aleksei terkesiap. "Dia mau ajak saya main Tuan, setelah dari sini," ujar Luna. Lelaki bertopeng itu tertawa. Dia lalu melucuti pakaiannya. "Aku penasaran dengan wajahmu, buka kain itu!" perintahnya. "Jangan! Dia milikku. Kamu bisa bersama mereka. Biarkan aku dengan wanita berkain hitam itu," ujar laki-laki bertopeng yang sudah melihat wajah Luna. Sedari tadi dia memikirkan bagaimana rasanya menikmati kecantikan wanita berkain hitam itu. Begitu s*****l, begitu menggairahkan. Tak terdengar sanggahan apapun, tangan Luna ditarik oleh laki-laki yang ternyata ketua dari kelompok itu. "Ayo sayang!" L

