BAB 11_TAK ADA

883 Words

Seseorang berlengan baja meletakkan kasar anak laki-laki yang sedang menangis histeris. Kedua kaki balita itu menghentak-hentak bersamaan dengan tangannya yang melambai-lambai. "Aaaa Papa! Papa! Mama!" Farid berteriak histeris. Anak laki-laki itu berguling-guling. Seperti sudah jengah, laki-laki itu meninggalkan balita itu tanpa perasaan. "Kapan kita bunuh tikus kecil itu, Tuan?" "Biarkan saja dulu dia hidup. Dia akan menjadi mainanku. Sekarang kalian pergi saja. Mungkin saat kalian kembali besok, makhluk kecil itu sudah kaku," ujar Razzor membuka topeng srigalanya. Hentakan kaki empat orang anak buahnya meninggalkan suara menggema. Razzor memperhatikan Farid kecil dari kejauhan. Entah mengapa, ia masih ingin melihat mangsanya ini. "Heh! Whuaaaa!!!" Razzor menunjukkan taringnya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD