Sejenak hening. Hanya terdengar dentingan detik jam di dinding. Luna mengerjap-ngerjapkan matanya. Pandangannya buram. Dengan cepat, ia mengusap kedua kelopak matanya yang dipenuhi butiran kristal air mata. "Tidak Aleksei. Kamu salah. Farid takkan terbunuh. Dia anakku! Dia mewarisi ketangguhan kakek dan neneknya!" "Maafkan aku Angel. Aku harus menyampaikan ini. Mexzo tak mungkin berdusta. Kami sesama hacker tak akan saling mengkhianati." "Katakan padanya! Aku tak percaya ucapannya. Temanmu itu bohong. Dia pendusta! Anakku masih hidup, Aleksei! Aku bahkan masih bisa merasakan detakan jantungnya di telingaku. Aroma nafasnya masih ada di bumi ini. Jangan pernah kalian menipu seorang ibu! Seorang ibu memiliki ketajaman hati melebihi tajamnya belati. Aku tetap yakin, anakku masih hidup! Kit

