Sofia sedang menyuap Farid. Anak laki-laki itu tak mau makan. Sedari tadi, Farid menutup mulutnya dan menggeleng-gelengkan kepala. "Ayo dong sayang, makanlah. Ini adalah daging sapi terbaik. Wagyu. Kamu tak tahu, ini sangat enak!" Sofia kembali menyodorkan sendok berisi nasi campur menu semur daging. Sofia mencicipi kelenturan daging itu, sudah sangat empuk. "Kenapa Tuan Aros tak suka ya?" gumamnya meletakkan nasi itu. "Mungkin dia butuh menu yang lebih sederhana seperti ini, Queen," ujar Luna masuk ke kamar itu dengan membawa nasi dan lauk telur dadar. Ia mendapatkannya dari dapur bawah. Cukup lelah rasanya seharian ia mengelilingi tempat itu. Namun sayang, dia belum menemukan dimana pintu keluarnya. Bahkan ia tak melihat lift yang aktif. Seolah Razzor benar-benar merancang bangu

