Malam harinya Diana dan Rama sengaja menonton TV bersama. Ada Hilda yang sedang memijati lengan neneknya di sana. Meski TV layar datar super besar yang ada di hadapannya sedang menayangkan sebuah acara ragam yang lucu, pemandangan itu tak membuatnya tertarik sedikit pun. Padahal sesekali Rama tampak menertawai kekonyolan acara itu di sebelah Diana. Ini bukan perkara ia baru saja menyantap masakan Viona saat makan malam. Meski pun masakan itu memang terasa sangat lezat. Ia bahkan belum tentu dapat memasak semur daging seenak itu. Tapi ada hal yang masih mengganjal pikirannya. Ia masih menunggu seseorang yang berjanji akan datang menjemput Viona saat ini. “Kamu bosen di rumah? Mau jalan-jalan aja?” tanya Rama saat menyadari perempuan di sebelahnya itu tengah sibuk menggigiti kuku. “Iya R

