Kenyataan Pahit

1558 Words

“ENGGAK MUNGKIN!” Diana tersentak dari tidurnya saat mendengar suara ribut-ribut dari lantai bawah. Ia berbalik melihat ke samping, Amel dan anaknya sudah tak ada. Bergegas ia menuju ke bawah, menyadari bahwa Amel lah yang baru saja berteriak. Ia mendapati sahabatnya itu sedang meringkuk di ruang tengah. Bayinya pun ikut menangis dalam gendongan Reni yang tak tahu harus berbuat apa. Wajahnya sangat berantakan, ia menangis sejadi-jadinya sambil menggenggam ponselnya di atas lantai. “Kenapa Mel?” Tanya Diana, menghampirinya. Ia membantu Amel untuk duduk. “Arya Diana,” ucapnya dengan parau. “Kenapa Arya?” Sambil menatap Amel Diana berusaha menata hatinya, bersiap mendengar kabar terburuk yang akan ia dapatkan setelah ini dari mulutnya. “Ternyata selama ini Arya ngilang ke rumah janda

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD