99 | Aromantis

2423 Words

Bukannya kejam, tidak punya hati, atau pendendam. Rea setuju dengan gagasan Jaya yang tak mau mengabulkan permohonan Jonathan sebab itulah risiko—konsekuensi—untuk si pelaku. Dengan harapan bisa membuat jera. Pernah dengar soal hukum tabur-tuai, kan? Katakanlah begitu. Jonathan beserta keluarganya tinggal panen dari apa yang pernah mereka tanam. Maaf, bukan tidak kasihan kepada anak Jonathan yang katanya sakit itu. Dulu, apakah Jonathan sekeluarga juga merasa kasihan dengan Rea yang 'sakit'? Hatinya. Ah, tidak, tidak. Ini bukan soal dendam. Di sini, Rea duduk di tepi kolam. Habis berenang bersama Jayakarsa. Bahkan Jaya berdiri di antara dua kaki Rea, dekat dengan perutnya. Kebersamaan di sini tak mereka pedulikan kalaupun ibu mengintip. Nyonya Santi manusia terkepo abad ini soalnya.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD