Part 17. Mutlak

881 Words

"Aaaaaa!!!!" teriak Swift dengan nyaringnya di dalam kamar mandi. Berteriak kaget karena daerah lehernya dipenuhi bercak-bercak merah. Jadi mimpinya itu nyata? Nyata? Nyata? Nyata? Nyata? Pertanyaan itu berputar-putar di kepala Swift hingga membuatnya jadi pusing sendiri. Siapapun tolong katakan kepadanya kalau itu bukan nyata. Itu cuma mimpi. Namun, jika itu mimpi kenapa jejak itu ada di lehernya? Oke. Anggap saja itu bekas gigitan nyamuk. Yah! Anggap saja begitu! *** Swift berjalan di koridor sekolah dengan wajah lesunya. Sebenarnya tidak ingin pergi ke sekolah tapi sangat bosan jika berada di dalam rumah. Lebih baik dia berada di sekolah. Di sekolah dia bisa menjahili orang-orang daripada di rumah, tidak ada yang bisa di jahilinya. "Morning, little girl!" sapa Laura ceria se

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD