Kutatap Albert yang sedang menulis dengan intens. Sampai sekarang, aku masih penasaran dengan kejadian kemarin tentang nyata atau tidaknya. Ahh, memikirkannya saja sudah membuatku frustasi. Kalau yang ku alami itu nyata... Berarti dia first kiss ku dong. Huaa!! Aku gak mau tahu. Tuh cowok harus bertanggung jawab karena telah merebut first kissku. Ok! Abaikan! Kayaknya otakku udah konslet. Kalau dipikir pakai logika mana mungkin dia akan menciumku karena kami belum saling kenal. Arghh! Lupakan saja! Lama-lama aku bisa cepat tua gegara memikirkan masalah itu. "Kenapa kamu melihatku terus dari tadi? Apa ada yang salah?" tanyanya mengagetkanku. "Eh, siapa juga yang melihatmu? Kalau jadi cowok itu jangan kegeeran." sahutku ketus demi menyembunyikan kegugupan karena ketahuan menatapnya. Aku

