Episode 44

948 Words

Sekarang, Hana boleh tidak, sih, memukul Juno? Dia aneh. Sangat aneh. Barang kali dia sedang mengigau, kan? Memegang tangan Hana, ralat, mengamit jemari Hana seperti ini. Bukankah ini terlalu intim? Jantung Hana berdetak kencang. Sampai-sampai suhu tubuhnya tiba-tiba menurun drastis saking gugup. "Secret garden?" tanya Hana dengan senyum merekahnya. Ayolah, Hana sangat menyukai tempat itu sejak kali pertama Juno mengajaknya ke sana. Beberapa kali Hana sempat ingin pergi ke sana sendiri atau dengan teman-temannya, tetapi tidak jadi terus. "Ayo!" ujar Juno, tersenyum. Kemudian berjalan melewati pintu kaca kafe tersebut, masih mengamit jemari Hana. Hana deg-degan bukan main. Untungnya kafe tersebut memang tidak begitu ramai. Nyaman untuk menyepi seperti biasa. "Duduk. Aku pesen minum dulu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD