Bagian 11

342 Words
"Kalo lu kenapa-napa ntar gimana?!" Ferdy ngotot. "Udah lu gausah bikin tambah ruwet deh! Percayain sama gue!" Rivan balik ngotot. Mau tidak mau akhirnya Ferdy mengalah membiarkan Rivan kembali keatas seorang diri. "Van! Nih bawa!" "Tengkyu!" ucapnya sambil berlalu. Aku memberinya sebotol air minum dan segudang doa yang ku ucap dalam hati. Semoga semuanya baik-baik saja. *** Pukul dua siang akhirnya kami sampai di warung tempat kami istirahat kemarin sebelum memulai pendakian. Kulihat Toyib sedang duduk ditemani Bapak penjaga warung, sepertinya dia sudah tersadar, meskipun dia masih melamun dengan tatapannya yang kosong. Dengan seringnya kami berinteraksi, lama kelamaan kondisi Toyib pun berangsur membaik, dia mampu merespon dengan baik setiap pertanyaan yang kami lontarkan padanya. Meskipun memang belum pulih seratus persen. "Rivan mana?" Tanya Toyib polos. "Ke pos registrasi, ada yang ketinggalan," jawab Ferdy berbohong. Alhamdulillah pukul tiga sore akhirnya Rivan kembali dengan diiringi sebuah senyuman dan sebungkus cilok yang dia pegang di tangan kirinya. Rasa resah dan gelisah yang sedari tadi mengganggu pikiran dan hati kami seketika langsung sirna begitu saja. "Toy udah waras lu?" Ucapnya sambil melahap cilok yang dia bawa. "Apaan sih? Emang gue gila?!" Ucap Toyib ketus. "Ciye gitu aja ngambek," Rivan menggodanya. Hahaha.... Kini kami bisa tertawa lepas tanpa beban. Singkat cerita pukul empat sore kami pun pulang ke Bandung, ditengah perjalanan Toyib bertanya. "Gue pingsan pas dimana sih?" "Rawa Gayonggong!" sambar Rivan. "Rawa Gayonggong itu sebelah mana?" "Tempat lu nemu cincin itu!" Jawab Rivan sambil tertawa. Aku pikir Rivan hanya bercanda, kulihat jemari Toyib sudah tidak memakai cincin itu lagi. "Kemana cincin lu Toy?" Tanyaku ingin tahu. Seketika ekspresi Toyib langsung berubah. "Lain kali kalo nemu apa-apa di gunung jangan diambil Toy, bahaya! Apalagi barang-barang kayak gitu!" Ucap Rivan. Pantas saja selama kami disana banyak sekali gangguan yang kami dapat, akhirnya kini aku mengerti... Ternyata cincin yang kemarin Toyib pakai itu bukan dari Pamannya. Kalo saja cincin itu sampai terbawa ke rumah Toyib, bisa-bisa nyawa Toyib yang akan menjadi taruhannya... Jangan mengambil apapun selain foto. Jangan meninggalkan apapun selain jejak kaki. Jangan membunuh apapun selain waktu. TAMAT
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD