"Aku malu, Mas," bisik Kayla gugup, matanya melebar saat memasuki gedung mewah tempat acara berlangsung. Suasana gemerlap lampu kristal dan musik klasik seakan menelan dirinya. "Relax," ucap Arhan lembut, suaranya meyakinkan. Ia mengulurkan tangannya, meminta Kayla untuk bergandengan dengannya. Kayla menerima uluran tangan Arhan. Genggaman hangat itu terasa seperti jangkar yang menahan kegugupannya. Ia merasa sedikit lebih tenang. Arhan merasa bahagia yang meluap. Ini pertama kalinya Kayla membiarkannya menggenggam tangannya di depan umum. "Wah, pengantin baru, nih!" ucap Tomi, salah satu saudara Arhan, menghampiri dengan senyum lebar. "Iya," jawab Arhan sumringah, memamerkan senyum penuh kebahagiaan palsu. Arhan celingak-celinguk mencari ibunya. "Mana Ibu?" tanyanya. "Di belakang.

