Siang itu, Kayla tampak memukau dalam balutan gaun moka yang jatuh dengan anggun di tubuhnya. Ia hanya memoles wajahnya dengan riasan tipis dan natural; ia tahu betul bahwa Arhan lebih menyukai kecantikan alaminya daripada riasan yang berlebihan. "Zayden! Ayok, Sayang, kita berangkat!" teriak Kayla sembari melangkah anggun keluar rumah. Anak kecil itu muncul dengan berlari kecil, tampak sangat tampan mengenakan setelan jas versi mini yang membuatnya terlihat seperti replika sang papa. "Ikh, kamu gemesin banget sih, Nak!" seru Kayla gemas sembari menuntun Zayden menuju mobil. "Papanya gemesin nggak?" tanya Arhan yang sedari tadi berdiri bersandar di pintu mobil yang sudah ia bukakan khusus untuk istrinya. Kayla menghentikan langkahnya tepat di depan Arhan. Ia menatap suaminya dari ujung

