Arhan mengejar Kayla yang baru saja masuk ke kamarnya. Ia panik dan khawatir. "Kamu gak apa-apa, kan?" tanya Arhan, matanya mencari apakah ada luka di tubuh Kayla. "Aku gak apa-apa. Kamu yang harus kontrol emosi. Anak-anakmu masih kecil. Kalau kamu kena stroke bagaimana?" balas Kayla dengan santai, mengeringkan rambutnya dengan handuk. Arhan menatap Kayla. Ia tak menyangka Kayla akan menunjukkan perhatian padanya. Kayla menoleh. "Jangan geer dulu! Aku bilang gitu, anak kamu yang ini belum keluar! Nggak mau aku punya anak nggak punya bapak," ucap Kayla, lalu pergi menuju kamar mandi, meninggalkan Arhan. Arhan merasakan jantungnya berdebar kencang lagi saat dekat dengan Kayla. "Kenapa dia membuat jantungku berdegup kencang?" gumam Arhan, bingung dengan perasaannya sendiri. Ia pun kel

