Bab 43. Ajakan Pertemanan

1031 Words

Hailey mogok bicara dengan Asher setelah pernyataan laki-laki itu di kampus; ruangannya. Dia merasakan kesedihan mendalam membayangkan bayinya yang masih segumpal daging sudah ditentukan masa depan dan kewajibannya. Hailey resah, dia ingin menjauhkan anaknya jikalau memang sejak dini sudah ditentukan masa depannya. Dia adalah salah satu anak yang dipaksa oleh keadaan untuk memenuhi nafsu dunia kedua orangtuanya maka, anaknya kelak akan dia lahirkan untuk bahagia. Ya, harus begini. “Masih mogok bicara sama saya, Honey? Lakukan saja sepuas kamu karena jika saat ini saya mencoba menjelaskan maka kamu akan menganggap bualan semata.” Brak! Pintu kamarnya langsung ditutup dengan keras membuat Hailey mendesah jengkel. Bukannya membujuk istrinya yang ada ditinggalin begitu saja. Hailey kecewa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD