Pemberian dari Siapa?

1358 Words

"Woah! Akhirnya aku bisa tidur di kasur kesayanganku lagi. Padahal aku cuma sehari dirawat di klinik. Tapi, rasanya kayak berhari-hari," ucap Meeta girang. Dengan hati gembira, dia rebahkan tubuhnya di atas springbed lembut di rumah kontrakan. Dengan kepala yang masih dibalut kapas dan perban, Meeta menatap langit-langit kamarnya dan mengawang kembali kejadian yang baru menimpanya. Rasa nyeri dan perih masih sangat terasa di dahinya. "Emang sekeras itu ya lemparan batunya?" celetuk Meeta pelan. Tiba-tiba, Arham datang dan ikut merebahkan dirinya di samping Meeta. Dengan kedua tubuh yang saling menempel satu sama lain, Arham ikut menatap ke langit-langit kamar dengan lampu neon putih yang cukup terang. Masih dengan isi kepala Meeta, dia sejenak teringat akan sesuatu yang belum ia dapatk

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD