Nayra melipat kembali mukena yang dipakai setelah selesai menjalankan sholat tahajud tepat pukul setengah empat pagi. Nayra merasakan sakit diperut bagian bawah saat Nayra hendak bangun dari duduknya. “P-Poy, ” Ucap Nayra pelan manggil Dean yang masih terlelap dan tidak mendengar suara Nayra memanggilnya Nayra berpegangan pada tepi rak buku yang berada tepat di sampingnya. Rasa sakit yang mendera dibawah perut semakin lama semakin terasa dan lebih sering disertai buliran keringat hampir sebesar biji jagung membasahi wajah Nayra. “Poy, ”Nayra mengulangi memanggil suaminya yang masih tetap terlelap Prang Nayra menjatuhkan bingkai foto yang terletak diatas rak buku. Dean terbangun dari tidurnya saat mendengar suara benda jatuh. Dean menyesuaikan pandangannya dari cahaya la

