Devan memutar bola mata malas saat masuk ke dalam ruangan dan melihat kehadiran masa lalunya yang sedang duduk di sofa yang berada di ruangannya pagi ini. Sementara itu Atthala yang berdiri di samping Devan karena ingin membahas pekerjaan di ruangan Devan tercengang saat melihat Alena mantan pacar dan cinta pertama sahabat baiknya itu sedang duduk di dalam ruangan Devan saat ini. Atthala menatap Devan yang sedang menahan rasa emosi dalam dirinya. Hal itu dapat dilihat dari pendar netra Devan dan rahang Devan yang mengeras saat ini. “Sabar Van. Ingat kata istri kamu. Jangan sampai kamu gegabah Devan.” Atthala berucap dengan lirih untuk mengingatkan sahabat baiknya itu. “Terima kasih Atthala. Ayo. Kita masuk.” Devan menepuk baju Atthala lalu mereka masuk ke dalam ruangan Devan bers

