*Happy reading* "Nur, Masuk?!" Aku langsung berjengit kaget, saat mendengar seruan Bang Al yang lantang sekali, di sertai tatapan garang disela kegiatannya mencengkram kerah kemeja Ammar. Ya, Allah. Aku salah apalagi ya? Perasaan aku gak ngapa-ngapain, lho. Cuma pulang dari Rumah sakit, dan ini pum belum jam sepuluh malam. Kenapa Abangku semarah itu? Salahku di mana? "Nur?!" Sekali lagi Bang Al berseru tegas. Saat belum mendapat jawaban dariku. "Masuk ke Rumah se-ka-rang!" Seakan aku tidak mengerti titahnya, dia pun mengulanginya, bahkan dengan baik mengejanya. Duh, gusti. Abang aku salah makan kali, ya? "Nur?!" "I-iya, Bang." Sebelum aku kena amukan Bang Al juga, aku pun segera menyahut meski sambil tergagap. "Ta-tapi, itu Pak Ammar ja-jangan di apa-apain, Bang. Kasian," imbuhk

