Kanjeng 12

1107 Words

*Happy Reading* "Bang, Al?" gumamku kemudian, dengan rasa bersalah karena kelalaianku. "Maaf, Bang. Nur--" "Loh, Pak Ammar. Anda sudah datang?" Eh? Loh, kok? Aku malah dicuekin gitu sama Bang Al, dan dia lebih memilih menyalami Ammar di sebelahku. "Ya, baru saja. Tapi langsung melihat Nur di sini, jadi saya menyapanya," jawab Ammar lugas, seraya melirikku. Tak ayal, ucapannya itu pun membuat alis Bang Al bertaut dalam, dan ikut melirik ke arahku dengan tatapan selidik. "Bapak kenal adik saya?" Lalu, Bang Al pun menyuarakan keheranannya. "Loh? Dia adik kamu?" Namun Ammar malah bertanya balik tak kalah bingungnya. Alhasil, mereka pun sama-mana menatapku dengan tatapan minta penjelasan, membuat aku juga ikutan bingung sekarang. Karena .... Apanya yang mau aku jelasin, coba? Lah, aku

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD