Kanjeng 16

1008 Words

*Happy Reading* "Nur?" "Hm ...." "Ck, elah Nur. Lo bisa berenti makan, gak? Gue mau ngomony serius ini sama lo!" Tiba-tiba si Nurhayati ngegas, saat menoleh ke arahku yang menjawab panggilannya hanya dengan gumaman. "Apa dah, Nur. Lo kalau mau ngomong mah ya ngomong aja. Yang isi kan mulut gue, bukan kuping. Jadi gue masih bisa denger omongan lo." Aku pun menyahut dengan santai, sambil kembali memasukin tahu isi ranjau kedalam mulut. Entah kenapa, si Nurhayati malah menggelengkan kepala sambil mendesah panjang melihatnya. Ada masalah apa, sih? Aku kan cuma makan. Kenapa tanggapannya begitu banget, ya? Salahnya di mana, coba? "Iya, gue juga tahu kalau itu, mah. Tapi, Nur. Lo sadar gak, sih? Sejak lo datang sampai sekarang. Mulut lo tuh gak berenti ngunyah. Ngegares mulu kerjaan lo.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD