Bella 48

1018 Words

“Njir! Akhirnya bisa rebahan juga!” seruku girang. Sambil melemparkan diri ke atas tempat tidur sembarangan. “Tan? Language, please!” tegur Pak Dika, yang baru saja menutup pintu di kamar kami. Ah, iya. Aku lupa kalau sekarang lagi sama dia. Akhirnya aku pun melirik ke arahnya, dan langsung nyengir konyol sambil bangkit untuk duduk kembali. “Maaf, Mas. Refleks,” cicitku kemudian. Kukira, dia awalnya akan mengomel dan menceramahiku seperti biasanya. Namun, yang terjadi dia hanya mendengkus pelan, sebelum ikut duduk di sampingku. “Kurangi, oke!” titahnya yang langsung aku angguki dengan senang hati. Pak Dika memang sudah beberapa kali menegurku, untuk mengurangi sifatku yang suka mengumpat seenaknya. Dia bilang, sekarang aku adalah seorang ibu. Jadi tingkah lakuku akan menjadi pedoman

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD