“Sini cucuku!” Papa segera mengambil paksa Yasmin dari gendongan Mama. “Rinaldi, dia juga cucuku!” Mama memberontak ingin mengambil kembali tapi Papa malah memasang wajah beringas dengan tatapan tajam. “Suruh anak tirimu kawin biar dapat cucu! Ini cucuku, anak dari anakku, Sabila. Kamu paham!” hardik Papa penuh penekanan sontak membuat Mama berdesis sedangkan yang lain membisu. “Jangan lupa kalau Sabila itu tumbuh di dalam rahimku. Aku yang mengandung 9 bulan dan aku juga yang melahirkan dia—” “Tanpa disusui,” potong Papa dengan santai seraya melangkah ke sofa lalu duduk dengan anteng, tersenyum pada bayiku yang ikut tersenyum padanya. “Rinaldi!” pekik Mama mengepal tangan—geram. “Pergi sana! Aku gak mau dengar kamu memanggil namaku lagi.” Lagi Papa berucap. Pria kalau sudah tergor

