Bab 18

1226 Words

"Hai, kamu!" Ryan sedikit berteriak pada gadis di belakang punggung Baim,ralat, tepatnya di meja yang berjarak dua meja dengan mereka. "Saya?" Tanya gadis itu menunjuk pada dirinya sendiri untuk meyakinkan, takut-takut jika bukan dia yang di maksud bos besar itu. Baim juga menoleh padanya,lalu kembali menatap Ryan dengan tatapan heran dan menyelidik. "Iya,kamu. Sekertarisnya pak Baim,kan?" Oliv menganguk mengiyakan. "Sini!" Perintah pria itu. Baim memelototkan matanya pada Ryan dengan tatapan penuh tanda tanya. Sementara itu, meskipun kebingungan,Olivia tetap patuh perintah bos dan menurut ke sana. Adityya dia persilahkan kembali ke atas duluan. Sekarang, gadis itu sudah ada di depan keduanya. "Ada yang bisa saya bantu,Pak?" Ryan diam sejenak,melirik saudaranya yang masih menata

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD