"Keluarga pasien?" Dokter yang baru keluar dari ruangan tempat Oliv ditangani keluar sembari menanyakan hal tersebut. "Saya, Dok," ucap Elvano tegas sembari langsung berdiri di hadapan sang dokter wanita itu.l "Bagaimana keadaan pasien? Apa dia baik-baik saja? Kenapa dia banyak sekali mengeluarkan darah?" Pertanyaan bertubi-tubi itu membuat sang dokter menarik senyum dalam wajahnya yang sedikit terdapat tanda-tanda penuaan. "Baik, Pak. Sebaiknya kita bicara di ruangan saya saja, ya. Saya akan menjawab semua pertanyaan Bapak tadi." Pria itu menghela napas berat, dia mengangguk sebagai tanda setuju pada dokter. "Ayo silahkan, Pak." Dokter paruh baya itu berjalan ke sebuah ruangan khusus areanya dengan diikuti oleh Elvano. "Silahkan duduk." "Terima kasih, Dok." Elvano menurut du

