Dua orang itu menatap sinis pada gadis di depan mereka, yang di tatap hanya menelan salivanya dengan susah payah. Apa yang dua orang itu katakan lima menit lalu,cukup membuat dia tak bisa mengontrol pikirannya. "Bagaimana mungkin saya akan melakukan itu, Nyonya,Tuan. Itu pasti akan membuat pak Baim marah dan kecewa! Bukankah Nyonya sangat mencintainya?! Lalu..." "Cukup!!!" Bentak sang gadis dengan muka masam itu,"kamu lupa ya,saya mengirim kamu ke sana sebagai mata-mata saya! Jadi, apapun yang saya katakan,kamu harus ikuti tanpa tapi! Paham!" "Jangan banyak tingkah kamu! Hari ini pun saya bisa menghabisi kamu dan kakak kamu itu,jika saja Dita tak butuhkan kamu,habis kamu!" Ancam sang pria dengan sinis. Olivia, gadis yang duduk di lantai itu masih menatap sendu dua orang di depannya ya

