Bab. 18 Rumah berlantai dua milik pasangan yang baru saja dikaruniai seorang anak itu, masih tampak ramai. Meski sebagian tamu sudah pulang. Karena acara sudah berakhir satu jam yang lalu. "Lucu, ya?" Aara yang tengah menggendong Rania—anak Rosi dan Rafi—bertanya pada suaminya. "Iya." Fawaz mengusap pipi Rania yang terasa halus itu. "Kayaknya bini Lo dah pingin itu, bikin sana!" ujar Rafi yang duduk di depan mereka. "Udah, bikin setiap hari," jawab Fawaz cuek. Kalimat itu sukses membuat pipi Aara bersemu kemerahan. Malu. "Mas!" peringatnya. "Apa? Aku benar, kan?" tanya Fawaz sok polos. Bermaksud menggoda istrinya. "Kalian jangan bisik-bisik di sini. Itu kasian si Kevin, ngenes gak ada gandengan." Tidak terima dengan ucapan sahabatnya, Kevin melempar kulit kacang pada Rafi. Aksi sa

