Bab. 22

995 Words

Bab. 22 "Gimana?" tanya Fawaz begitu melihat istrinya keluar dari kamar mandi. Aara menggeleng, dengan mata berkaca-kaca. Hal itu membuat Fawaz segera menarik wanita itu dalam dekapannya. Dengan penuh kasih sayang dia mengusap kepala Aara. "Gak pa-pa jangan sedih." "Tapi ini ketiga kalinya aku mencoba. Hasilnya selalu sama," rengek Aara yang mulai menangis. Fawaz merenggangkan pelukan mereka. Dia bingkai wajah ayu sang istri, "dengar kita baru menikah lima bulan. Jadi jangan terlalu terbebani jika hasilnya masih negatif." Ya, sejak memasuki bulan kedua mereka menikah. Aara mulai rajin menggunakan alat tes kehamilan, tapi sampai sekarang hasil yang diinginkannya belum terpenuhi. Fawaz sendiri tidak terlalu mempermasalahkan hal ini. Toh, seperti yang dia bilang pada istrinya, mereka ba

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD