Bab. 26

1061 Words

Bab. 26 "Lo kenapa?" tanya Fawaz. Pandangannya menatap lurus ke arah depan. Pada taman luas, dengan rumput hijau yang dipotong rata. Terdapat beberapa kursi panjang yang terletak di bawah pohon, hingga menimbulkan kesan tenang dan nyaman. Dalam taman ini ada beberapa pasien yang sepertinya sedang menikmati sinar matahari pagi. Ada juga beberapa orang yang berkumpul, mungkin mereka anggota keluarga pasien. Hati Fawaz menghangat melihat beberapa pasien yang berada di kursi roda tampak tersenyum, mereka seperti mempunyai semangat untuk sembuh. "Gue minta maaf. Gue cuma ... entahlah." Kelvin menyisir rambutnya dengan kasar. "Gue cuma panik aja kemarin, selain itu juga merasa gagal sebagai kakak. Karena selama ini gak tau kalau adek gue sakit. Bahkan gue merasa banyak hal yang dia pikirkan,

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD