Bab. 30

957 Words

Bab. 30 "Yakin gak pa-pa?" tanya Fawaz pada istrinya, untuk yang ke sekian kali. "Gak pa-pak kok. Mas tenang aja." Fawaz menghela napas, sebelah tangannya dia gunakan untuk mengusap kepala sang istri, sebelum kembali memegang setir mobil. Setengah jam lalu, ketika dia baru saja akan bersiap untuk tidur. Kelvin meneleponnya. Awalnya dia tidak ingin mengangkatnya, karena entah mengapa dia seperti tahu kalau apa yang akan dibicarakan sahabatnya itu, adalah sesuatu yang buruk. Ya, benar dugaannya. Sahabatnya itu meminta tolong agar dia bisa menemani Kirana. Tentu saja dia menolak. Oke, ini bukan tentang dia yang tidak peduli pada Kirana, tapi statusnya berbeda dengan dulu. Dia tidak bisa lagi seenaknya menemui wanita itu. Namun, Aara yang saat itu berada di sebelahnya, menyuruh dia menye

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD