Bab. 32

952 Words

Bab. 32 Waktu baru menunjukkan pukul tiga pagi. Kala Aara terbangun, dan mendapati tubuhnya direngkuh dari belakang oleh suaminya. Menghela napas lelah, perlahan dia melepaskan kaitan sang suami. Tidak perlu banyak kesulitan. Toh, suaminya tertidur dengan lelap. Hingga dengan mudah terlepas dari kungkungan yang senantiasa memberi rasa nyaman. Berdiri sambil mengamati sang suami. Rasa sakit kembali menyengat hatinya. Perlahan dia menyejajarkan diri dengan posisi laki-laki itu. Mengelus pelan pipi yang sudah tampak bersih, karena kemarin sang suami sudah mencukurnya. Dia berucap lirih, "aku takut Mas. Aku takut kamu memilih pergi." Entah berapa lama, Aara dalam posisi seperti itu. Karena saat dia mencoba berdiri, kakinya sudah kesemutan. Gegas dia berjalan ke kamar mandi saat menyadari

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD