Perang Tanpa Bicara

1268 Words

"Wah, pasti temanmu baik sekali membelikan kalung indah seperti itu." Nina menunduk dan tersenyum menatap Liontin yang dia pegang. "Iya, dia teman yang sangat spesial. Kami sudah berteman sejak kecil. Dia adalah idolaku dan dia selalu menjagaku saat kami bersekolah di tempat yang sama. Bahkan, tanpa direncanakan kami juga kuliah di kampus yang sama. Benar-benar jodoh, ya." Hanum mengangkat bahunya sambil menatap kaca berpura-pura merapikan hijabnya. Dia tahu kalau wanita di sampingnya berusaha memanas-manasi hatinya dengan bercerita tentang temannya yang baik hati itu. Tanpa dijelaskan pun Hanum paham yang dimaksud adalah Alex. Dia mengulas senyum agar Nina tak membaca riak di dalam dadanya. "Jodoh itu pasangan yang sudah dipertemukan Tuhan, diikat dengan akad, dan tidak merusak tatatan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD