Adrian dan Egonya

1135 Words

'Dulu kau abai dan menghinakanku. Menutup mata atas semua luka dan perihku. Menampik keberadaanku. Lalu mengapa kini kau datang menyatakan aku milikmu. Maaf, kau telah lama mati untukku. --------------------------- Mata Hanum terpaku pada ruangan di depannya. Tak dipedulikan bajunya yang dipenuhi bekas darah Amelia. Tubuhnya bergetar, wajahnya basah oleh air mata. Bayang tubuh Amelia yang tergeletak di jalan kembali menghantuinya. "Aku sudah menghubungi keluarganya. Sebentar lagi mereka datang," ucap Alex, memeluk tubuh Hanum yang gemetar, membawanya duduk di kursi yang ada di depan ruang operasi. "Aku yang salah ... dia hanya ingin bicara. Harusnya aku berhenti. Aku ..." Alex mengetatkan pelukannya, mengecup lama pucuk kepala Hanum. "Sstt, ini bukan salahmu. Ini musibah," ucapnya me

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD