'Cinta ini, sialan sekali! Tak jua pudar meski kau menjauh.' --------------------- Adrian tersenyum melihat pantulan dirinya di dalam cermin. Sosok lelaki gagah dalam balutan T-Shirt putih dipadu dengan jeans hitam, semakin menawan dengan jas slimfit berwarna senada dengan celananya. Wajahnya terlihat cerah, tidak terlihat sama sekali seperti orang yang baru bangun dari koma. Setelah puas mengagumi dirinya, Adrian meraih kunci mobil yang tergantung di sebelah cermin. Langkahnya ringan keluar dari kamar, mulutnya tak berhenti bersenandung tembang cinta. "Mau ke mana?" tegur Livia yang sedang menata meja makan. Melihat Adrian melewatinya dengan senyum terukir di wajah. Adrian berhenti sejenak. " mau ajak Hanum dinner, Ma." Livia mengerutkan dahinya, mendekati putra kesayangannya. "Cuma

