'Jika senyummu saja bisa mencerahkan hatiku, maka memilikimu anugerah terbaik dari Tuhan untukku. So, will you be a partner in my life time till the end?' ----------------------------- Alex hanya diam menatap hujan dari jendela kamar hotel tempat dia menginap, kedua.tangannya terbenam di saku celana. Meeting yang harusnya berlangsung tadi sore sengaja dia tunda. Suasana hatinya sedang tidak baik. Pertemuan dengan Hanum membuat hatinya gelisah. Lidahnya masih mengenali kopi buatan wanita itu. Sempat bahagia ketika bertemu. Wanita tersebut terlihat semakin cantik, pipi putihnya tidak lagi tirus, tetapi terlihat lebih berisi dan kemerahan terkena uap panas kopi. Mata bening itu masih sama, memancarkan hangat dan teduh. Ingin detik itu dia berlari dan mendekap Hanum, tetapi langkahnya te

