Adryan lelaki gentleman

363 Words
   Adryan terperangah melihat viola, putri dari kekasihnya yang sudah tak sadarkan diri, dengan banyak sekali darah yang keluar dari pergelangan tangannya,     " Keluarlah, aku akan menggendongnya, kita harus segera membawanya kerumah sakit" Ucap Adryan tergesa-gesa.    Fira keluar dari kamar mandi berukuran kecil itu dan membiarkan Adryan masuk untuk menggendong putrinya.     Saat tubuh putrinya sudah dalam gendongan Adryan,  Fira melihat ada benda yang tak asing tergeletak di kamar mandi,   Test pack yang menunjukkan garis dua. Fira melotot kaget, namun Adryan yang ternyata sudah diluar berteriak.    " Fira, apa kau bisa membantuku membuka pintu mobil? " Teriak Adryan   " Iya " Ucap Fira sambil berlari kencang, dan segera menutup mintu sebelum akhirnya membuka pintu mobil kekasih tampannya itu.     Di dalam mobil Fira terus menangis, dirinya masih tidak mengerti mengapa putrinya mencoba bunuh diri, daaann yaaaaa milik siapa test pack itu tadi? Pikiran Fira berkecamuk.    Adryan terus melajukan mobilnya menuju rumah sakit.         Rumah sakit   Sampai dirumah sakit, Adryan kembali menggendong viola, dan membaringkannya di brankar,  perawat segera membawa viola ke ruang UGD,     Fira yang masih menangis, gemetar takut sesuatu terjadi pada putrinya.     Adryan berjalan menuju administrasi untuk segera menyelesaikan urusan administrasi viola.     Setelah selesai Adryan lalu menghampiri Fira dan menenangkannya.     " Berdo'alah semoga viola selamat " Ucap Adryan sembari membawa Fira kedalam pelukannya.     Fira merasa nyaman dalam pelukan Adryan, lelaki tampan, mapan dan gagah itu.    " Siapa yang hamil, test pack siapa itu, mungkinkah putriku sedang hamil? Batin Fira berkecamuk dalam kegelisahan.     Tak lama dokter dan suster keluar, viola sudah selesai ditangani dan akan dipindah ke ruang rawat inap.        Viola Gunawan  Fira duduk disisi ranjang tempat putrinya dirawat,  Sementara Adryan pamit keluar untuk membeli makanan.  Tak lama kemudian Adryan datang membawa dua kantong plastik dan paperback.  2 kantong plastik berisi makanan,  Dan paperback berisi pakaian ganti untuk Fira dan dirinya yang memang baju mereka terdapat bercak darah dari Viola.   " Ini gantilah bajumu " Ucap Adryan memberikan paperback itu pada kekasihnya.     Setelah Fira selesai ganti baju, barulah Adryan yang masuk kamar mandi dan mengganti bajunya disana.    " Ayo kita makan dulu, kau tidak boleh sakit " Perintah Adryan,    Tapi Fira tak mendengarkannya karena dia terus mengkhawatirkan putrinya.  Support terus ceritaku, maaf kalau ada typo di mana-mana
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD