Bab 22. Penguntit

1034 Words

Badan Anggun mematung saat tangannya dicekal. Kakinya bergetar dan lututnya lemas, bahkan untuk berpijak saja sulit rasanya. Setelah mengumpulkan keberanian, akhirnya perempuan itu mencoba memberanikan diri untuk menoleh ke belakang. Kedua bola mata milik Anggun melebar ketika melihat orang yang mencekalnya. “Ke-Kevin,” ucap Anggun dengan lirih dan bibir bergetar. Kaki yang sudah lemas sejak tadi kini tidak dapat lagi menopang, tubuh perempuan itu luruh jika saja Kevin tidak menahannya. “Hey, ada apa? Kenapa kamu ketakutan seperti ini?” Kevin langsung memeluk kekasihnya berharap perempuan itu lebih tenang. Ia menepuk pelan punggung Anggun dan perempuan itu semakin membenamkan kepala di d**a bidangnya. “Sudah lebih tenang?” tanya Kevin ketika merasakan Anggun melepaskan pelukannya. Ia me

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD