"Nggak gitu, Mah, ah, aku hanya takut salah bicara saja sama Mamah," balas Mella. Ia mulai menunjukkan sikap santainya lagi dan yah ia berusaha untuk menutupi rasa kegugupannya. "Aku sebetulnya lagi nggak ada jam hari ini jadi aku gak kuliah," katanya membohongi sang mamah. Iya, dia lebih baik untuk sekarang memilih berbohong saja karena bicara jujur pun ia belum menemukan kesempatannya. Lucia menyipitkan matanya seakan tengah meneliti ucapan Mella apakah ia berbohong dengannya atau tidak. "Kamu tidak sedang berbohong, kan, sama Mamah?" tanyanya curiga. Gadis itu pun berdiri di hadapan mamahnya. Lucia mengangkat kedua alisnya dan menatapnya datar. "Aku tidak berbohong sama Mamah. Aku bicara jujur," jawabnya yakin. Dia harus berani membalas tatapan mamahnya. Menatap yakin ke bola mata mamah

