BAB - 15

4364 Words

          "Dan Cece akan membiarkan aku, mamah dan Cece Melly juga menderita begitu setelah kepergian Cece? Cece maunya begitu?" Pertanyaan Dien menarik perhatiannya untuk menatapnya. Menderita katanya? Oh, yang benar saja. Omong kosong apa yang sedang dia bicarakan? Dia masih kecil dan tidak tahu apa-apa mengenai tentang kehidupan. Mudah saja dia mengatakannya karena dia tidak ada di posisinya saat ini.           "Kalian tidak akan menderita setelah kematianku. Kamu tenang saja Dien. Dengan cara begini, kalian tidak akan menanggung rasa malu akibat perbuatan Cece kamu ini, Hm?" Mella tersenyum getir tapi ada kesinisan juga dari cara dia memandang. Tanpa berlama-lama, ia mengangkat tubuhnya dan mendudukkan bokongnya di atas besi itu pun secara perlahan kakinya menaiki besi pertama dan bok

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD