21. Peringatan untuk Natya

1416 Words

Natya terlihat menyibukkan dirinya dengan membuat makan malam seraya menunggu Bian selesai mandi dan menghampirinya untuk mengatakan hal yang dimaksud pria itu. Perasaan negatif kembali terasa. Natya sudah berusaha mencoba untuk acuh, tapi tak mungkin dia terus munafik sementara setiap hari bertemu dengan Bian yang kini resmi menjadi suaminya. Wanita itu mengangkat kepalanya ketika melihat Bian keluar dari kamarnya dan berjalan santai ke ruang tengah, duduk di sofa seraya mengalahkan televisi. "Masih lama?" tanya pria itu tanpa mengalihkan pandangannya yang lurus ke depan. "Hm?" Natya hanya berdehem sambil terus melanjutkan aktivitasnya. Sesekali dia menatap Bian dan masakannya bergantian. "Masaknya masih lama? Aku perlu ngomong sesuatu." Bian memperjelas ucapannya. Dia menatap Natya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD