Bian membopong Natya dengan langkah yang dipercepat hingga menuju ke basement hotel. Dia menidurkan wanita itu di kemudi belakang. Dengan gerakan tergesa dia langsung masuk ke kemudi depan dan melajukan mobilnya dengan kecepatan di atas rata-rata karena panik. Sebelumnya Bian tak pernah peduli, tapi karena dia juga merasa bertanggung jawab dengan keluarga Natya, tak mungkin dia hanya diam saja. Sesekali Bian melihat spion yang ada di tengah-tengah pengemudi depan, melihat kondisi Natya melalui pantulan cermin itu. Hembusan nafasnya juga tak nyaman karena wanita yang berada di belakang tersebut benar-benar sedang terluka. Tak melepaskan pandangan dari kaca itu, Bian kembali memperhatikan ketika Natya terlihat bergerak. Terutama tangannya yang perlahan memegang kepalanya diiringi dengan ri

