33. Tiket Honeymoon

1217 Words

"Kamu KDRT, Bian?" pekik Lina seolah menuduh. Bahkan dia menyoroti anaknya itu dengan tatapan tajam yang mematikan. "Mama, bukan lah." Bian tak mungkin diam saja mendengar mamanya menuduh seperti itu. Dia juga tidak terima, pada kenyataannya mungkin akan lebih marah dari ini jika mereka tahu semuanya. "Biar Bian jelasin. Mama tenang dulu," lirih Natya, dia meraih pergelangan Lina menyuruhnya untuk duduk kembali. Sementara Ressi tampak menyimak dengan serius. Bian menghela nafasnya, dia sedang menyusun alasan yang bahkan tak didiskusikan terlebih dahulu dengan Natya. Hanya kejadian itu yang membuat kedua wanita paruh baya itu percaya. Maka, Bian akan membodohinya lagi. "Seperti yang pernah mama lihat sebelumnya. Tolong jangan menyela, aku berusaha mengatakan ini supaya tidak malu. Mungk

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD