First Kiss

1295 Words

Kala Baskara memandangi petang yang mulai naik dari jendela kamarnya, El memandangi punggungnya yang lesu. Sesekali, pria itu menghela napas, tampak dari bahunya yang naik dan turun. “Saya ke sini karena lihat lampu-lampu belum dinyalakan. Udah mulai malam, Bas.” El berdiri di ambang pintu kamar yang terbuka. “Mau sampai kapan berdiri di situ? Nanti ada pocong polka–” Sekonyong-konyong, Bas menarik tirai jendela, menutupnya. Seolah tak ingin bercanda, pria itu membanting tubuhnya ke atas ranjang, berbaring telentang dengan mata memejam. Alis El berkedut, memperhatikan tingkahnya. “Mbok Darsiah itu–dulu, lo gimana menghadapinya?” gumamnya, menatap langit-langit. Akhirnya, El paham, Bas resah karena ucapan wanita paruh baya itu. Menghela napas, El bergerak ke arah ranjang, lalu duduk di

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD