-Adya POV-. Aku takut jika aku akan melanggar prinsipku, aku takut jika aku melewati batas yang sudah aku batasi sebelumnya. Aku seperti memiliki perasaan kepada Anya. Oh teman ayolah hanya nyaman tak salahkan? Mungkin karena aku dan dia terlalu sering bersama jadi seperti ini sekarang. Tapi tenang aku masih ingat prinsipku kok. Kalian jangan takut. Bisa saja nanti nyamanku ini berpindah ke kaliankan. Entah apa yang harus aku lakukan jika sedang bersama dia, apa yang aku pikirkan bisa di baca olehnya. Aku ingin jujurpun terkadang dia tidak percaya kepadaku dan saat aku bercanda dia malah percaya dengan candaanku. Tak apa. Anya mah nggak salah. Adya yang salah. "Adya kamu ngerti nggak?" Aku tersentak saat mendengar namaku di lantunkan oleh guru yang sedang berada di depan k

