Bab 68 Istriku

1174 Words

Udara sore itu terasa hangat, sinar matahari menembus jendela ruang tamu, menyorot lantai kayu yang mengilap. Imelda berdiri di dekat pintu, tas tangan rapi di pundaknya, sambil menatap putra dan menantunya dengan senyum lembut. “Sayang, mama pamit dulu ya. Nanti kalau kamu pangen ditemani, jangan sungkan panggil mama lagi, ya?” ucap Imelda sambil menepuk lembut lengan Anggita. Anggita tersenyum malu-malu. “Terima kasih banyak, Ma… mama sangat membantu hari-hari aku tanpa Rafka.” Rafka, yang berdiri di samping mereka dengan koper sudah diturunkan dan jas kerja disingkirkan, menambahkan, “Iya, Ma. Makasih ya, mama sudah nemenin Gita. Jadi aku bisa kerja tenang tanpa khawatir.” Imelda mencondongkan badan sedikit, menepuk kepala Rafka. “Anak mama ini memang pinter, tapi kadang suka bikin

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD