Bab 14 Kamu Duluan, Ya!

1022 Words

Malam itu, rumah Rafka dan Anggita terasa sunyi. Hujan baru saja reda, meninggalkan aroma tanah basah yang samar di udara. Lampu ruang tamu redup, hanya menyisakan cahaya hangat dari dapur yang menyala lembut. Rafka menuruni tangga dengan rambut agak berantakan, mengenakan kaus hitam dan celana rumah. Tadinya, dia berpikir kalau istrinya, Anggita sudah tidur sejak jam sepuluh. Namun, begitu terbangun, karena ingin ke kamar mandi, dia tidak mendapati istrinya di tempat tidur. Dengan mata setengah mengantuk, Rafka mencoba mencari Anggita. Dia sedikit khawatir, sekilas dia mungkin berpikir istrinya berubah pikiran lalu kabur. Langkahnya terhenti di tengah jalan ketika mencium aroma panggangan dari arah dapur. Keningnya berkerut. “Gita?” Dia mempercepat langkahnya, ingin memeriksa aroma

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD