Bab 80 Cara Mencintai

1206 Words

Malam itu berakhir tanpa kata-kata besar. Tidak ada janji bombastis. Tidak ada kesepakatan dramatis yang diucapkan sambil saling menatap mata. Tidak ada air mata pecah yang menuntut kepastian instan. Hanya dua orang dewasa yang duduk berdampingan di ruang keluarga, membiarkan hening bekerja lebih jujur daripada kata-kata. Mereka sedang belajar ulang. Bagaimana mencintai tanpa menakuti dan bagaimana menjaga tanpa menghilangkan diri sendiri. Anggita bersandar di bahu Rafka, selimut menutupi separuh tubuhnya. Teh hangat di tangannya tinggal setengah, uapnya sudah nyaris habis. Rafka tidak bertanya apakah teh itu masih cukup hangat. Tidak mengingatkan untuk menghabiskan. Tidak mengatur seperti biasanya. Ia hanya ada. Keberadaannya—yang tenang, tidak tergesa, tidak menginterupsi—justru teras

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD