Pagi itu, suasana kantor terasa berbeda bagi Anggita. Begitu melangkah masuk dengan blazer putih dan rok span, semua mata langsung menoleh. Bukan karena pakaiannya, tapi karena sosok di belakangnya yaitu Rafka berjalan santai dengan kemeja biru dan wajah semanis kopi s**u. “Eh, itu Pak Rafka yang viral itu ya?” bisik salah satu staf. “Lho, katanya dia influencer sekaligus pemilik stasiun TV ya?” "Orang sibuk, tapi ikut istrinya kerja?” “Cinta level dewa, sih ini.” Anggita pura-pura tidak mendengar, meski pipinya sedikit merona. Ia menoleh setengah jengkel ke arah Rafka yang memasang wajah sok tenang. “Kamu nggak malu, ya? Semua orang ngelihatin.” Rafka menunduk sedikit, berbisik pelan, “Kenapa harus malu? Aku cuma nganter istriku ke tempat kerja. Lalu… mungkin jadi bodyguard, kalau-

